Gaia Dalam Pandangan Dan Mimpi Saya

UntitledSaya Armandsyah H. Burhan, CEO dan pemilik PT. Gaia Prima Proteksindo.

Sejak lulus kuliah dan kemudian memulai bekerja, tidak pernah terpikir oleh saya untuk memiliki usaha sendiri. Di dalam benak, saya hanya ingin menjadi seorang profesional dan berkarir hingga ke level puncak. Staff personalia yang menangani gaji karyawan adalah pekerjaan pertama saya. Pengelolaan SDM dan Hukum merupakan ilmu yang saya geluti dan saya kembangkan di beberapa perusahaan tempat saya bekerja, sampai akhirnya mencapai puncak karir sebagai CEO di sebuah perusahaan jasa sekuriti yang merupakan unit usaha sebuah grup perusahaan jasa sekuriti yang cukup memiliki nama di negeri ini.

Saat memegang jabatan sebagai CEO di perusahaan itu, saya membangun dan mengembangkannya dari perusahaan skala kecil yang mengelola 200 orang menjadi perusahaan skala nasional yang mengelola lebih 1800 orang dalam waktu kurang dari 2 tahun.  Pencapaian tersebut membuat nama Armandsyah H. Burhan cukup dikenal di lingkup perusahaan sejenis. Beberapa tawaran dari perusahaan pesaing datang dan meminta saya untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Dan tidak sedikit relasi dan kolega yang menyarankan dan “ngompor-ngompori” saya untuk membuat perusahaan sendiri. Namun saya tetap bergeming, menjadi seorang profesional yang membaktikan diri sepenuhnya kepada grup perusahaan yang telah membesarkan dan memberi kesempatan kepada saya untuk berkarya, menjadi pilihan saya. Memberikan semua yang terbaik yang ada pada diri saya kepada perusahaan hingga mencapai usia pensiun, itulah tekad saya pada saat itu.

Setelah melalui tahapan start-up, turnaround, dan accelerated growth, pada tahun pertama dan kedua, saya mulai melakukan re-alignment di dalam tubuh perusahaan. Dalam proses ini mulai bermunculan reaksi negatif dari karyawan. Proses re-alignment mulai menggoyang kenyamanan yang selama ini dinikmati oleh karyawan. Masuk kerja sesuka hati, jam istirahat tanpa aturan, dan yang tadinya karyawan bisa ijin tidak masuk kerja kapan saja, tiba-tiba semua harus berubah. Mereka yang yang biasa bekerja tanpa aturan, tanpa prosedur mulai merasa terganggu dengan prosedur-prosedur baru, dan memilih untuk keluar dari perusahaan. Saya yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah proses penyaringan dalam organisasi ternyata tidak demikian pandangan dari para eksekutif di perusahaan induk dan mungkin juga pemilik perusahaan. Proses yang tampak sebagai sebuah kegaduhan dan tidak mulusnya proses re-alignment serta kurangnya dukungan dari pemilik, berakhir pada sebuah kondisi di mana saya harus keluar dari perusahaan tersebut pada trimester 3 tahun 2013.

Inilah kantor pertama kami yang berawal dari ruangan sederhana berukuran kurang dari 3 x 3 m2, di Jalan warung buncit raya yang dipinjamkan oleh sahabat saya. ( many thanks to my best friend Dita )

Dari sebuah kondisi yang tampak negatif tersebut, ternyata merupakan langkah pertama pada “New Journey” di dalam catatan kehidupan saya. Pengetahuan dan ilmu yang makin lengkap yang saya dapat dari pengalaman saya memimpin perusahaan jasa pengamanan, serta dorongan dari beberapa pihak, memberikan keyakinan kepada saya untuk mendirikan PT. Gaia Prima Proteksindo. Entah bagaimana saya harus mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari beberapa pihak pada awal berdirinya Gaia. Ruang kerja Gaia berawal di sebuah tempat sederhana di kawasan Pejaten Jakarta Selatan, merupakan pinjaman dari seorang sahabat, dan sebuah kendaraan jenis pick up “Ford Ranger” yang menjadi kendaraan operasional pertama Gaia, juga dipinjamkan oleh salah satu pemasok di perusahaan tempat lama saya bekerja, yang hingga saat ini juga masih memasok Gaia.

Mobil operasional pertama kami yang dipinjamkan oleh relasi/vendor tanpa biaya sewa selama beberapa bulan diawal pendirian operasional GAIA ( many thanks to Mr. Situmeang )

Karyawan pertama Gaia adalah salah satu mantan bawahan saya pada perusahaan terdahulu yang telah menganggur selama kurang lebih 2 bulan. Dialah yang membantu saya mengelola perusahaan pada 2 bulan pertama Gaia beroperasi. Dengan latar belakang seorang anggota sekuriti dan kemampuan yang jauh dari kata “mumpuni”, saya mengajak dan memberi kesempatan kepadanya untuk belajar. Melihat kemauan dan semangatnya yang luar biasa, saya optimis kalau yang bersangkutan akan mampu membantu saya dan dapat berkembang baik. Berbagai jenis pekerjaan saya limpahkan kepadanya, mulai dari mengurus perijinan, berhubungan dengan bank, membuat catatan keuangan, hingga menghitung gaji karyawan. Satu tahun kemudian saya mulai berani mempercayakan hampir semua kegiatan administrasi personalia kepadanya. Mulai dari mengerjakan payroll, mengurus PKWT, mengurus Jamsostek dan BPJS serta berbagai urusan administratif lainnya.

Berkat hubungan baik dan kepercayaan beberapa klien yang telah terbangun selama di perusahaan lama tempat saya bekerja, satu per satu proyek berhasil kami dapatkan, hingga pada awal tahun 2014 Gaia mulai dapat menampung beberapa mantan karyawan pada perusahaan terdahulu yang telah menganggur beberapa bulan karena di PHK. Sama dengan karyawan pertama, mereka juga tidak mempunyai kemampuan yang memadai dan tidak menguasai konsep dan ilmu sekuriti selain pengalaman sebagai anggota sekuriti. 1 orang diantara mereka pernah menjadi tenaga administrasi. Namun demikian keterbatasan mereka bukan merupakan masalah bagi saya. Mereka adalah asset Gaia yang ingin saya kembangkan dan saya persiapkan sebagai ekspert di bidang pengamanan.

Bersama dengan mitra pendiri, saya mencanangkan Gaia sebagai wadah bagi mantan anak buah saya pada perusahaan sebelumnya. Selain untuk berbisnis dan mengejar keuntungan finansial, saya berkeinginan Gaia dapat menjadi tempat belajar serta tempat menimba ilmu dan pengalaman bagi mereka yang rata-rata berpendidikan hanya sampai tingkat sekolah menengah dan hampir seluruhnya berlatar belakang anggota sekuriti.

Saat itu tidak sedikit pihak yang mencibir, ketika saya merekrut mereka. Pengemudi saya yang sudah seperti keluarga sendiripun pernah mengingatkan saya untuk berhati-hati dan jangan terlalu percaya dengan mereka. Bahkan salah seorang teman dekat saya benar-benar mentertawakan saya, sambil berkata “Nggak salah nih..? Buka usaha diisi dengan karyawan yang kapasitasnya rendah begitu…”. Dengan sedikit agak tersinggung saya menjawab “Saya yang tahu mereka Ben….. mereka semua masih muda-muda dan punya potensi untuk dikembangkan, yang saya lihat adalah semangat mereka, ketulusan mereka dan harapan mereka untuk bersama saya…”.

Berbekal keyakinan dan semangat seluruh karyawan Gaia, secara bertahap dan perlahan mereka mulai belajar dan berkembang pada bidangnya masing-masing. Bahkan salah satu dari mereka yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal dunia marketing dan penjualan, setelah saya berikan softcopy format perhitungan harga serta berulangkali duduk di hadapan saya untuk belajar cara menghitung dan membuat penawaran, dalam waktu yang tidak terlalu lama yang bersangkutan mulai memahami cara dan teknik-tehnik khusus dalam melakukan penawaran harga. Untuk memperkuat pemahamannya di bidang marketing, Gaia mengirim yang bersangkutan untuk belajar di Lembaga Pendidikan Prasetya Mulya. Satu tahun kemudian saya memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menjabat sebagai Manajer Marketing, sebuah posisi kunci dan strategis yang merupakan pintu gerbang untuk pengembangan dan kemajuan dirinya pribadi di masa depan.

Demikian juga dengan karyawan yang lain. Peningkatan kemampuan melalui pembelajaran langsung di lapangan membuat mereka maju dengan cepat. Tampaknya kesempatan yang saya berikan tidak disia-siakan oleh mereka.

Pengembangan sumber daya manusia merupakan konsentrasi utama Gaia. Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi setiap individu yang ada untuk mengembangkan diri, menambah ilmu dan pengetahuannya. Kami sangat senang apabila ada karyawan yang ingin maju dan mewujudkan keinginannya tersebut. Bahkan jam kerja Gaia disesuaikan dengan kebutuhan karyawan yang sedang menempuh pendidikan S1 nya. Di saat mayoritas karyawan menginginkan jam masuk kantor pada pukul 08.30, saya memutuskan jam kantor dimulai pada jam 08.00 dengan pertimbangan agar salah seorang karyawan kami yang sedang menempuh kuliah, dapat pulang pada jam 17.00 WIB untuk dapat mengejar waktu kuliahnya pada jam 18.00 WIB.

Walaupun harus diakui bahwa untuk mendidik, membentuk dan mengembangkan mereka tidaklah mudah, namun melihat perkembangan yang ada saya memiliki keyakinan bahwa mereka akan dapat menata karir jauh lebih baik dari sebelumnya. Mereka yang pada awalnya hanya anggota sekuriti, kini curriculum vitae mereka akan bertambah, mereka telah memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, dan riwayat jabatan yang akan menjadi modal utama karir mereka ke depan.

Kesempatan untuk belajar dan berkembang yang diberikan oleh Gaia, itulah kuncinya. Dari kesempatan tersebut saya berharap suatu saat mereka akan mampu berkompetisi di luar sebagai tenaga profesional di berbagai bidang apakah marketing, ke-HRD-an, operasional, ataupun sekuriti profesional. Sekuriti dengan pengetahuan dan ketrampilan penuh yang menguasai ilmu dan konsep sekuriti yang akan mengangkat martabat profesi sekuriti pada umumnya. Cita-cita saya mulai terwujud, yaitu mengembangkan anak buah dan menjadikan Gaia sebagai bangku sekolah bagi mereka, Gaia telah menjadi jembatan bagi kemajuan karir dan pengembangan diri karyawannya di pasar tenaga kerja, di luar mereka sudah tidak lagi melamar pekerjaan sebagai anggota sekuriti, tetapi untuk posisi dan pekerjaan yang lebih baik. Saya ingin suatu saat Gaia hanya diisi oleh para profesional yang dikembangkan dari dalam.

Setelah membekali karyawan dengan pengetahuan dan ketrampilan, pembentukan karakter agar sesuai dengan budaya, nilai dan cita-cita Gaia menjadi tantangan tersendiri. Latar belakang pendidikan, sifat, latar belakang keluarga, dan asal budaya yang berbeda-beda menjadi hambatan dalam proses pengembangan tersebut.

Disiplin, bekerja keras, berbicara sopan, bersikap santun, saling menghargai, jujur dan amanah adalah moral dasar yang harus dimiliki oleh seluruh karyawan Gaia. Dengan memberikan teladan secara konsisten dalam tindakan sehari-hari saya yakin mereka akan bisa memiliki soft skill yang baik, sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, yaitu menjunjung tinggi integritas sehingga dapat memberi manfaat untuk masyarakat.

Kantor kedua kami setelah kami mampu menyewa ruangan yang lebih luas dan menampung staf baru, lokasi masih di Jalan Warung Buncit Raya

Pada pertengahan tahun 2014, Gaia mulai memiliki kemampuan untuk merekrut tenaga-tenaga baru yang berpendidikan sarjana dan memiliki kompetensi yang sesuai untuk mengisi struktur organisasi yang telah kami persiapkan sejak awal untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada saat itu pula, Gaia sudah dapat menyewa ruang kantor yang lebih luas di lokasi yang sama. Dimulai dari pinjam alamat/domisili untuk keperluan perijinan, pinjam ruangan sederhana sampai akhirnya dapat membayar sewa, itu semua gambaran tahapan kemajuan yang tidak mungkin kami lupakan.

Memasuki tahun ketiga merupakan tahun yang sangat berat bagi Gaia. Perekonomian negara yang terus menurun di bawah tekanan kirisis global, berimbas langsung kepada beberapa klien. Berbagai kendala dan permasalahan dihadapi Gaia. Renegosiasi kontrak, pengurangan personil, mundurnya pembayaran tagihan merupakan tantangan berat bagi Gaia. Namun ternyata seluruh permasalahan tersebut harus diperberat dengan munculnya permasalahan kedisiplinan dan integritas beberapa karyawan.

Upaya saya dalam membangun budaya perusahaan menghadapi tantangan. Orang-orang yang telah bersama saya membangun Gaia dari nol mulai “bertingkah”. Pengembangan kompetensi mereka yang baru “setengah jadi” menjadi lebih berat karena permasalahan kedisiplinan dan perilaku yang sering tidak santun dan tidak tahu tata krama. Penyelewengan dana operasional, penyalahgunaan wewenang untuk mendapatkan keuntungan pribadi dalam proses perekrutan, menyia-nyiakan waktu kerja dengan nonton bareng ke cinema 21 pada jam kerja, pulang ke kost untuk tidur di jam kerja, ditambah lagi upaya-upaya menjual proyek dan prospek kepada kompetitor merupakan penyakit yang mulai “menjangkiti” Gaia di awal tahun ketiga itu.

Gaia yang pada saat itu sedang dalam proses pendakian, sedang melakukan penyaringan alamiah. Dalam pendakian ini makin terlihat karakter masing-masing. Individu yang memliki karakter sulit diatur, tidak jujur, sombong, sok pintar, sok berjasa, mulai terasa menghambat perjalanan perusahan. Hanya mereka yang masih punya visi yang sama dan menganut nilai-nilai yang sama yang akan bertahan dan melanjutkan pendakian bersama kami. Sehingga pada akhirnya di awal tahun ketiga ini, 4 orang karyawan Gaia tersaring dan tereliminasi sendiri secara alamiah, mereka harus kami lepaskan.

Pada awal 2016, Gaia mulai menempati kantor baru di daerah Cinere sementara kantor yang berada di Warung Buncit akan kami jadikan sebagai tempat pelatihan kelas. Di tengah kondisi perekonomian yang belum bangkit ini Gaia telah mendapatkan beberapa kontrak baru yang menyebar di beberapa lokasi utamanya di wilayah Jakarta Timur, Jababeka dan sekitarnya.

Foto bersama setelah latihan dan berolahraga bersama didepan kantor baru kami dikawasan Cinere Bellevue Mall

Foto bersama setelah latihan dan berolahraga bersama didepan kantor baru kami dikawasan Cinere Bellevue Mall

Program pelatihan Gaia di tahun 2016 ini dimulai pada pertengahan tahun. Karyawan yang memiliki potensi dan kemauan akan dikirim untuk mengikuti pelatihan-pelatihan manajemen, kepemimpinan, K3 dan lain sebagainya. Konsekuensi biaya atas sebuah cita-cita memang tidak sedikit. Belum lagi ada risiko karyawan yang sudah pintar akan keluar dan meninggalkan perusahaan, namun hal tersebut bukan halangan bagi Gaia. Karyawan yang hebat akan mengantar Gaia menjadi perusahaan yang hebat.

Berkat komitmen dan kerja keras dari karyawan yang tersisa, satu demi satu masalah kami urai dan kami selesaikan, komitmen kepada klien dan kepada anggota sekuriti satu per satu kami tunaikan. Gaia maju melangkah untuk mencapai tujuan, dengan perencanaan, disiplin dalam eksekusi dan kontrol dengan perbaikan secara bekesinambungan.

Saya ingin melihat Gaia tumbuh menjadi perusahaan yang “sustainable” dan tetap ada di dalam industri jasa sekuriti, hingga dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Gaia didirikan bukan hanya sekedar mencari peluang bisnis untuk sekedar mendapatkan penghasilan. Cerita tentang Gaia, akan terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Walaupun karyawan, pimpinan, bahkan pemiliknya akan berganti, namun Gaia akan selalu hidup dan tetap menuliskan sejarahnya yang penuh dengan kemajuan-kemajuan yang menginspirasi banyak orang.

Di suatu kesempatan di akhir sesi pelatihan pada akhir tahun 2015 saya pernah ungkapkan kepada seluruh karyawan Gaia bahwa saya sedang menulis cerita tentang Gaia. Saya sampaikan bahwa saya ingin tuliskan satu per satu nama-nama karyawan Gaia yang ikut mengambil peran dalam masa-masa awal berdirinya Gaia. Nama-nama yang ingin saya abadikan, saya harapkan dan saya inginkan untuk terus berada di dalam Gaia, nama-nama yang ikut berkembang seiring dengan perkembangan yang dicapai perusahaan. Namun sayang, sebagian besar dari nama-nama tersebut sudah tidak bersama kami lagi.

Tidak semua hal akan sesuai dengan harapan kita, perkembangan yang kemudian terjadi di Gaia, sifat tidak jujur dan perilaku mereka yang sangat buruk membuat saya harus merahasiakan nama-nama mereka di dalam sejarah perkembangan Gaia demi nama baik mereka sendiri. Namun demikian nama mereka tidak akan pernah terhapus dari ingatan saya sebagai orang-orang yang pernah bersama saya di awal berdirinya Gaia. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan apapun hal buruk yang pernah dan masih mereka lakukan terhadap Gaia, saya hanya akan berusaha untuk mengingat hal yang baik-baik saja tentang mereka selama berada di Gaia, karena mereka pernah bersama saya di dalam suka dan duka membangun Gaia dari nol.

Pelajaran yang dapat dipetik sampai hari ini adalah untuk membangun sebuah bisnis harus dimulai dari akhirnya, “start from the end”. Kita tentukan dahulu seperti apa akhir yang kita cita-citakan. Apakah uang yang menjadi tujuan kita ataukah sebuah keadaan dan posisi bagaimana bisnis kita di masa depan. Mimpi dan gambaran seperti apa yang akan dicapai perusahaan di masa depan, inilah yang kita sebut dengan visi.

Kesimpulan yang dapat kami ambil dari cerita ini, jika ingin bisnis yang kita bangun bisa berkembang dan bertahan lama (sustainable) ada 3 hal yang harus kita perhatikan yaitu tepat bisnisnya, tepat orangnya dan benar prosesnya.

Tepat bisnisnya artinya kita memilih bisnis yang tepat yaitu bisnis yang kita kuasai operasinya, kenali pasarnya, ketahui sumber-sumber penunjangnya (resources), ketahui hambatan, ancaman dan peluang-peluangnya.

Tepat orangnya artinya kita memilih orang yang tepat yang menjalankan bisnis kita, tepat keahliannya, tepat pendidikannya, tepat sifat dan karakternya.

Benar prosesnya artinya proses bisnis kita lakukan dengan benar, ada perencanaan, ada pengorganisasian, ada eksekusi, ada pengawasan, ada pengecekan, ada kontrol, evaluasi dan tindakan koreksi.

Memang tidak mudah untuk memenuhi ketiga syarat tersebut, tetapi jika berhasil dipenuhi bukan mustahil apa yang menjadi tujuan dan cita-cita kita membangun bisnis yang sutainable akan terwujud.